
SIDOARJO — Warga Desa Bendo RT 02/RW 05, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, melaksanakan kegiatan ziarah ke makam Sunan Ampel di Surabaya pada Minggu, 4 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Muhamad Salman Alfaris dan berlangsung dengan semangat kebersamaan serta suasana keagamaan.
Kegiatan ziarah menjadi momentum bagi warga untuk berkumpul sekaligus menjalankan kegiatan spiritual. Selain mengenang sosok Sunan Ampel dan perjalanan dakwahnya, warga juga memanjatkan doa dan menyampaikan berbagai harapan untuk kebaikan diri sendiri maupun keluarga.
Di antara harapan yang menyertai kegiatan tersebut adalah agar doa yang dipanjatkan mendapat penerimaan dan ridha dari Allah SWT. Warga juga berharap seluruh keluarga diberikan rezeki yang baik dan berkah, kesehatan jasmani maupun rohani, keselamatan, serta ketenteraman dalam menjalani kehidupan.
Dipimpin Muhamad Salman Alfaris
Rombongan warga Desa Bendo RT 02/RW 05 dalam kegiatan tersebut dipimpin Muhamad Salman Alfaris.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama, pimpinan rombongan mempunyai peran dalam menjaga koordinasi dan kebersamaan peserta. Hal tersebut diperlukan agar kegiatan dapat berlangsung tertib, terutama ketika rombongan berada di kawasan ziarah yang juga dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.
Selain menjaga koordinasi, peserta juga diharapkan dapat menjaga sikap dan menghormati suasana ibadah serta kegiatan peziarah lainnya.
Dengan demikian, tujuan ziarah dapat terlaksana tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi.
Ziarah Menjadi Momentum Refleksi
Ziarah makam dalam tradisi masyarakat Muslim sering kali dimaknai sebagai momentum untuk mengingat kehidupan dan kematian, melakukan introspeksi, serta mengenang jasa orang-orang yang telah meninggal dunia.

Dalam kegiatan kali ini, tujuan warga adalah kawasan makam Sunan Ampel, salah satu tempat religi yang dikenal luas di Surabaya.
Sunan Ampel merupakan salah satu tokoh Wali Songo yang memiliki kaitan erat dengan perkembangan Islam di Jawa. Karena itu, kunjungan ke kawasan tersebut tidak hanya memiliki dimensi keagamaan, tetapi juga sejarah dan budaya.
Bagi warga Desa Bendo, perjalanan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan para ulama sekaligus mengambil hikmah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Memanjatkan Doa untuk Keluarga
Salah satu bagian penting dalam kegiatan ziarah adalah doa.
Warga berharap doa yang dipanjatkan selama kegiatan mendapat ridha dan penerimaan dari Allah SWT. Harapan tersebut juga ditujukan bagi seluruh anggota keluarga.
Doa yang disampaikan mencakup permohonan agar keluarga diberikan kesehatan jasmani dan rohani. Kesehatan dipandang sebagai salah satu nikmat yang sangat penting agar setiap anggota keluarga dapat menjalankan aktivitas, pekerjaan, dan tanggung jawab masing-masing.
Selain kesehatan, warga juga berharap diberikan rezeki yang cukup dan berkah.
Rezeki yang diharapkan tidak hanya dimaknai sebagai materi, tetapi juga mencakup kemudahan dalam menjalani kehidupan, keselamatan, ketenteraman keluarga, serta hubungan baik dengan sesama.
Memperkuat Silaturahmi
Kegiatan ziarah bersama juga memiliki sisi sosial yang cukup kuat.
Warga RT 02/RW 05 dapat berkumpul dalam satu kegiatan dan menjalani perjalanan bersama. Kesempatan tersebut dapat mempererat komunikasi dan hubungan antarwarga.
Silaturahmi menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena hubungan sosial yang baik dapat memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian.
Melalui kegiatan bersama, warga tidak hanya bertemu dalam konteks lingkungan tempat tinggal, tetapi juga berbagi pengalaman dalam suasana keagamaan.
Kebersamaan tersebut diharapkan dapat terus terjaga setelah kegiatan ziarah selesai.
Mengenang Sunan Ampel dan Nilai Keteladanan
Kawasan Sunan Ampel memiliki nilai penting dalam sejarah Islam di Jawa Timur.
Mengenang perjalanan Sunan Ampel dapat menjadi kesempatan untuk memahami peran ulama dalam membangun kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat pada masa lalu.
Nilai perjuangan dan keteladanan tersebut dapat menjadi bahan refleksi bagi masyarakat masa kini.
Kehidupan modern membawa berbagai perubahan. Namun, nilai seperti kepedulian terhadap sesama, pendidikan, persaudaraan, kesabaran, dan semangat membangun masyarakat tetap relevan untuk diterapkan.
Karena itu, ziarah juga dapat dipandang sebagai kesempatan untuk mengenang sejarah sekaligus mengambil pelajaran.
Mengenalkan Tradisi kepada Generasi Muda
Kegiatan ziarah bersama juga dapat menjadi sarana mengenalkan tradisi keagamaan dan sejarah kepada generasi muda.
Generasi muda tidak hanya dapat mengetahui Sunan Ampel dari cerita atau informasi tertulis, tetapi juga melihat secara langsung kawasan yang memiliki hubungan dengan perjalanan sejarah tokoh tersebut.
Pengalaman langsung dapat membantu menumbuhkan rasa penghargaan terhadap sejarah dan warisan budaya.
Di sisi lain, kegiatan bersama juga mengajarkan nilai kebersamaan, disiplin, saling menghormati, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Menjaga Ketertiban Selama Kegiatan
Kegiatan ziarah secara rombongan tentu membutuhkan perhatian terhadap ketertiban.
Kawasan makam Sunan Ampel merupakan tempat yang ramai dikunjungi masyarakat. Karena itu, peserta perlu menjaga agar kegiatan tidak mengganggu peziarah lain.
Menjaga kebersihan juga menjadi tanggung jawab bersama. Sampah perlu dikelola dengan baik agar lingkungan tetap nyaman.
Selain itu, suasana di sekitar makam perlu dijaga agar tetap kondusif sehingga setiap peziarah dapat menjalankan doa dan ibadah dengan nyaman.
Sikap saling menghormati menjadi bagian penting dari kegiatan ziarah, terutama karena kawasan tersebut digunakan oleh masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
Antara Tradisi, Spiritualitas, dan Kehidupan Sosial
Kegiatan ziarah warga Desa Bendo menunjukkan bahwa tradisi keagamaan dapat memiliki dimensi yang lebih luas.
Di satu sisi, ziarah menjadi sarana spiritual untuk berdoa dan melakukan refleksi. Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi ruang sosial yang mempertemukan warga.
Keduanya dapat berjalan beriringan selama kegiatan dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat lain.
Dalam konteks kehidupan warga, kegiatan bersama semacam ini dapat menjadi salah satu cara mempertahankan hubungan sosial di tengah kesibukan masing-masing.
Membawa Pulang Hikmah
Kegiatan ziarah diharapkan tidak berhenti pada perjalanan menuju lokasi dan kemudian kembali ke rumah.
Nilai yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat untuk lebih bersyukur, menjaga hubungan dengan keluarga, mempererat persaudaraan, membantu sesama, dan menjaga kerukunan merupakan bagian dari nilai yang dapat dikembangkan.
Demikian pula harapan mengenai kesehatan dan rezeki dapat menjadi pengingat agar setiap orang terus berusaha, berdoa, dan bersyukur atas apa yang telah dimiliki.
Alhamdulillah, Kegiatan Berjalan Lancar
Setelah seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan, ziarah warga Desa Bendo RT 02/RW 05 berjalan dengan lancar.
Ungkapan “Alhamdulillah” menjadi penutup sebagai bentuk rasa syukur atas terlaksananya kegiatan.
Rasa syukur tersebut juga disertai harapan agar doa yang telah dipanjatkan dapat memperoleh ridha Allah SWT.
Warga berharap seluruh keluarga senantiasa diberikan kesehatan jasmani dan rohani, kelancaran rezeki, keselamatan, ketenteraman, serta keberkahan dalam kehidupan.
Penutup
Kegiatan ziarah warga Desa Bendo RT 02/RW 05, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, ke makam Sunan Ampel pada Minggu, 4 Oktober 2026, yang dipimpin Muhamad Salman Alfaris, menjadi momentum yang memadukan kegiatan keagamaan dengan kebersamaan sosial.
Melalui ziarah tersebut, warga memanjatkan doa dan harapan agar segala niat baik mendapat ridha Allah SWT. Mereka juga berharap diberikan rezeki yang baik dan berkah, kesehatan jasmani dan rohani, keselamatan, serta ketenteraman bagi seluruh keluarga.
Pada sisi lain, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus mengenang perjalanan Sunan Ampel sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perkembangan Islam di Jawa.
Pelaksanaan kegiatan yang tertib dan saling menghormati menjadi bagian penting agar tradisi ziarah tetap memberikan kenyamanan bagi semua pihak. Kebersihan, ketenangan, serta penghormatan terhadap peziarah lain merupakan tanggung jawab bersama.
Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar.
Semoga seluruh doa dan harapan yang dipanjatkan mendapat ridha Allah SWT. Semoga warga Desa Bendo RT 02/RW 05 beserta keluarga senantiasa diberikan kesehatan jasmani dan rohani, rezeki yang halal dan berkah, keselamatan, ketenteraman, serta kekuatan untuk terus menjaga silaturahmi dan kerukunan.

