Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap MBG


SIDOARJO — Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 1 September 2026.


Berdasarkan laporan pemantauan yang diperbarui pada pukul 23.20 WIB, jumlah santri yang terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 500 orang.

Ratusan santri di antaranya kemudian mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke sejumlah rumah sakit.


Peristiwa yang dalam laporan awal disebut sebagai dugaan keracunan MBG tersebut terjadi di lingkungan Ponpes Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo.

Laporan mengenai kejadian tersebut diterima sekitar pukul 18.30 WIB.
Keluhan Muncul Satu Jam Setelah Makan
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari lapangan, para santri menerima makanan MBG sekitar pukul 15.00 WIB. Makanan tersebut kemudian dikonsumsi oleh para santri.


Sekitar pukul 16.00 WIB, mulai muncul keluhan dari sejumlah santri. Keluhan yang dilaporkan berupa mual dan kondisi badan yang tidak enak.


Melihat kondisi tersebut, pihak pondok melakukan penanganan awal. Sekitar pukul 16.30 WIB, ambulans milik pondok dikerahkan untuk membawa santri yang membutuhkan pertolongan medis menuju RSUD Sidoarjo.


Situasi kemudian mendorong pihak pondok meminta bantuan kepada BPBD Sidoarjo pada sekitar pukul 18.00 WIB.
Sekitar pukul 18.30 WIB, petugas dan relawan bergerak menuju lokasi untuk membantu proses penanganan, evakuasi, serta koordinasi rujukan para santri ke sejumlah fasilitas kesehatan.


396 Santri Dirujuk ke Tujuh Fasilitas Kesehatan
Data sementara yang tercantum dalam laporan pemantauan hingga pukul 23.20 WIB mencatat 396 santri telah dirujuk ke tujuh fasilitas kesehatan.
Berikut rincian rujukannya:


RSUD Sidoarjo: 316 orang
RS Fatimah: 21 orang
RS Deltasurya: 13 orang
RS Siti Hajar: 27 orang
RS Pusdik Bhayangkara: 5 orang
RS Pusura: 13 orang
RS Arafah: 1 orang


Jika seluruh angka tersebut dijumlahkan, total rujukan mencapai 396 orang.
Sementara itu, jumlah keseluruhan santri yang dilaporkan terdampak diperkirakan kurang lebih 500 orang. Angka tersebut masih berupa data sementara sehingga belum dapat dipastikan sebagai jumlah final korban.


Penanganan Melibatkan Petugas Gabungan
Sejumlah unsur dikerahkan untuk menangani kejadian tersebut. Petugas dari berbagai instansi dan organisasi membantu proses evakuasi, pendataan, serta penanganan para santri.
Unsur yang dilaporkan terlibat meliputi:


BPBD Jawa Timur
BPBD Sidoarjo
Polres Sidoarjo
Koramil Kota
Kodim Sidoarjo
Tagana Sidoarjo
PMI Sidoarjo
Ambulans bantuan dari berbagai wilayah
Sarsu
Sanus Jatim
Resmi
Dari unsur Sanus Jatim, personel yang tercatat terlibat dalam kegiatan pemantauan dan penanganan yakni Andhika, Hendra, dan Rahmad.


Dukungan ambulans dari berbagai wilayah turut dikerahkan untuk mempercepat proses rujukan santri ke rumah sakit, mengingat jumlah santri yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis cukup banyak.


Situasi Dilaporkan Terkendali
Hingga pembaruan laporan pada pukul 23.20 WIB, situasi di lokasi Ponpes Manbaul Hikam dilaporkan terkendali. Kondisi cuaca juga dilaporkan cerah.


Petugas gabungan masih melakukan pemantauan dan penanganan terhadap santri yang mengalami keluhan kesehatan. Koordinasi dengan pihak pondok dan sejumlah fasilitas kesehatan juga terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan penanganan para santri dapat terpenuhi.


Penyebab Masih Dalam Penanganan
Kejadian tersebut sementara dilaporkan sebagai dugaan keracunan setelah mengonsumsi MBG. Namun, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para santri masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.


Kronologi munculnya keluhan setelah konsumsi makanan MBG merupakan informasi awal dari lapangan dan belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa makanan tersebut menjadi penyebab kejadian.


Untuk memastikan penyebab, diperlukan pemeriksaan medis terhadap para santri serta pemeriksaan lebih lanjut terhadap makanan yang dikonsumsi dan faktor lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut.


Hingga laporan diperbarui, fokus penanganan petugas adalah melakukan pertolongan medis, memastikan proses rujukan berjalan, melakukan pendataan korban, serta menjaga kondisi lingkungan pondok tetap aman dan terkendali.


Catatan: Data korban dan rujukan dalam laporan ini merupakan data sementara berdasarkan pemantauan hingga pukul 23.20 WIB, Senin, 1 September 2026, dan masih dapat berubah setelah dilakukan pendataan serta verifikasi resmi oleh pihak terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *