Pemkab Bojonegoro Buka Ruang Sinergi Ormas Lewat Sarasehan dan Kirab Kebangsaan, di HJB ke-349

Bojonegoro Jatim, … // Merawat persatuan, kesatuan tentu membutuhkan lebih dari sekadar semboyan. Ia memerlukan ruang dialog, kesediaan merangkul perbedaan, serta kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat. Semangat inilah yang diusung dalam seminar Sarasehan dan agenda Kirab Kebangsaan yang digagas panitia Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Sinergitas Ormas Bojonegoro (SOB) se-Bojonegoro yang akan dilaksanakan besok pada tanggal 01/11/2026 di sejumlah jalan kota Bojonegoro, Jawa Timur.
-Untuk menyemarakkan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memberikan dukungan terhadap kegiatan yang diinisiasi oleh Panitia Sinergitas Ormas Bojonegoro (SOB) tersebut. Dukungan itu diwujudkan melalui penyediaan fasilitas gedung dan sarana publikasi guna memperluas jangkauan pesan kebangsaan kepada masyarakat.
Kegiatan yang melibatkan organisasi kemasyarakatan terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bojonegoro ini mengusung tema “Memperkuat Persatuan, Merawat Kebhinekaan dan Menambah Wawasan Kebangsaan”.
-Fasilitas Publik Menjadi Ruang Kolaborasi
Melalui Bakesbangpol serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pemkab Bojonegoro memfasilitasi penggunaan Gedung Angling Dharma lantai 2, videotron, serta siaran langsung (live streaming) melalui kanal resmi pemerintah daerah.
Dukungan tersebut membuka ruang bagi organisasi kemasyarakatan Bojonegoro untuk berpartisipasi dalam agenda kebangsaan sekaligus memperluas penyebarluasan pesan persatuan.
Kehadiran sarana publikasi digital juga diharapkan membuat kegiatan dapat diakses masyarakat secara lebih luas, melampaui batas ruang pertemuan.
-Ihwal kebhinekaan, keberadaan ormas memiliki arti strategis dalam kehidupan bermasyarakat.
Organisasi-organisasi tersebut menjadi bagian dari kekuatan sosial yang dapat menjembatani aspirasi warga, menghidupkan kearifan lokal, serta menjaga kerukunan di tengah beragam latar belakang dan pandangan.
Olenya, sinergi antara pemerintah daerah, Bakesbangpol, Kominfo, dan gabungan ormas menjadi modal sosial yang penting untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
-Bekti: Ormas Mitra Strategis Pembangunan
Ketua Panitia Sinergitas Ormas Bojonegoro, Mochammad Bekti, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemkab Bojonegoro. Menurutnya, fasilitas dan ruang kolaborasi tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat pesan kebangsaan sekaligus mengenalkan potensi kearifan lokal, seni, dan budaya Bojonegoro ke tingkat nasional.
“Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Bojonegoro sangat terbuka dan mendukung peran aktif Ormas sebagai mitra strategis pembangunan. Melalui fasilitas publikasi yang memadai, pesan persatuan dan kebhinekaan dalam momen HJB ke-349 ini dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat Bojonegoro,” ujar Mochammad Bekti.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi pentingnya kemitraan antara pemerintah dan masyarakat sipil. Pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan dan program pemerintahan, tetapi juga membutuhkan partisipasi publik, kekuatan solidaritas sosial, serta kesadaran kolektif untuk menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat.
-Makna sinergitas tidak berhenti pada terselenggaranya sebuah kegiatan
Nilai kolaborasi akan semakin kuat apabila semangat kebersamaan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, diwujudkan melalui kepedulian sosial, pelestarian budaya, pendidikan kebangsaan, dan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
-Kirab Kebangsaan, Meneguhkan Makna Hari Jadi
Sementara giat Sarasehan telah berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 WIB, dengan pusat kegiatan di Gedung Angling Dharma, lingkungan Pemkab Bojonegoro.
Disisi lain, momentum HJB ke-349 menjadi kesempatan untuk meneguhkan kembali identitas dan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya. Lebih dari perayaan tahunan, hari jadi merupakan ruang refleksi atas perjalanan sejarah, warisan budaya, serta tanggung jawab bersama dalam membangun masa depan Bojonegoro.
Di tengah keberagaman organisasi, aspirasi, dan kepentingan masyarakat, persatuan menjadi fondasi yang harus terus dirawat. Perbedaan bukan alasan untuk berjarak, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi dalam mewujudkan kehidupan sosial yang harmonis.
Melalui Sarasehan dan Kirab Kebangsaan, kolaborasi Pemkab Bojonegoro dengan organisasi kemasyarakatan diharapkan semakin kokoh. Dukungan fasilitas publik dan media komunikasi menjadi salah satu pintu untuk memperluas partisipasi, sedangkan keberlanjutan kerja sama menjadi kunci agar pesan kebangsaan tidak berhenti sebagai slogan.
Pada akhirnya, kemajuan daerah membutuhkan pemerintah yang terbuka, masyarakat yang berpartisipasi, serta organisasi kemasyarakatan yang mampu menjalankan peran sosialnya secara konstruktif.
Semangat HJB ke-349 diharapkan menjadi momentum bersama untuk memperkuat kerukunan, merawat kebhinekaan, dan menggerakkan potensi masyarakat demi mewujudkan Kabupaten Bojonegoro yang adil, makmur, serta berdaya saing serta berkelanjutan di setiap tahunnya. (*)
Sumber: Panitia SOB, sie dokumentasi dan media