
Warga Kota Bondowoso kembali kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite. Kondisi tersebut terjadi pada Sabtu malam (5/9/2026), setelah sejumlah SPBU Pertamina di wilayah tengah Kota Bondowoso tidak lagi menyediakan Pertalite.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya tiga SPBU Pertamina yang berada di kawasan Tamansari, Kotakulon, dan Kademangan tidak menyediakan Pertalite.
Kondisi ini terjadi setelah pada siang harinya SPBU tersebut dipadati warga yang mengantre untuk mendapatkan BBM bersubsidi tersebut.
Kelangkaan Pertalite membuat warga, khususnya pengguna sepeda motor yang hanya membutuhkan sekitar 2–3 liter untuk aktivitas sehari-hari, harus kerepotan mencari BBM.
Salah seorang warga, Ibu Ria, mengaku telah mendatangi SPBU untuk membeli Pertalite. Namun, BBM yang dicarinya sudah habis. Ia kemudian berkeliling mencari kios yang menjual Pertalite, tetapi tidak menemukan BBM yang dibutuhkan.
“Saya tadi mendatangi pom namun sudah habis, lantas muter-muter mencari kios. Ternyata semua yang saya datangi tidak menyediakan Pertalite,” kata Ria saat ditemui di kawasan Alun-Alun Kota Bondowoso.
Karena kehabisan bahan bakar, Ria terpaksa mendorong sepeda motornya untuk pulang dengan jarak hampir satu kilometer.
Ria bukan satu-satunya warga yang mengalami kondisi tersebut. Hasil pantauan di lapangan juga menemukan sejumlah pengendara sepeda motor yang terpaksa mendorong kendaraannya karena kehabisan BBM.
Hal serupa dialami Arief, warga Jalan A. Yani, Bondowoso, yang sehari-hari menggunakan sepeda motor untuk berjualan cilok keliling.
“Semoga besok bisa normal dan tidak repot untuk membelinya, karena saya harus berjualan cilok keliling,” ujar Arief.
Arief bahkan mengaku khawatir tidak bisa berjualan apabila stok Pertalite belum tersedia pada Minggu pagi.
“Kalau besok pagi habis subuh, di pom Pertamina Pertalite belum tersedia, terpaksa saya libur untuk jualan,” katanya dengan nada sedih.
Menurut Arief, membeli Pertamax sebagai alternatif bukan perkara mudah. Untuk berjualan keliling, ia membutuhkan sekitar 2–3 liter BBM setiap hari. Jika harus menggunakan Pertamax, biaya operasionalnya akan semakin berat.
“Memang untuk membeli bahan bakar Pertamax harus mikir dua kali. Karena sehari bisa menghabiskan 2–3 liter bahan bakar untuk keliling berjualan. Habis di bensin bila harus membeli Pertamax,” tambahnya.
Warga berharap ketersediaan Pertalite di SPBU wilayah Kota Bondowoso segera kembali normal sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan BBM, terutama mereka yang menggantungkan aktivitas sehari-hari dan mata pencahariannya pada kendaraan bermotor.

(IQBAL)
